(Bagaimana dengan unsur cair dalam hal ini?adalah ketika kita menyentuhnya tangan akan basah, dan benda itu jika di tuang dalam wadah yang berbentuk apapun akan seperti benda yang menjadi wadahnya benda yang mengandung unsur cair. Unsur cair tidak bisa berubah menjadi unsur apapun, begitu juga dengan unsur lainnya.) edisi pertama (1)
Begitu juga aku, aku adalah aku Tara. Yang bisa mengubah diri ini sejatinya hanyalah kita sendiri, bukan orang tua kita, guru, bahkan kekasih. Atau Dzat yang menciptakan kita, memberikan kita kehidupan dan mencantumkan takdir kita. Bukan mereka semua, satu hal yang kita punyai tapi sering kita abaikan demi mengabulkan keinginan sang hawa nafsu yang tinggal berdampingan dengan satu hal yang mutlak menjadi diri kita.
KATA HATI, pernahkah kita memikirkan ini sebelumnya?tidak, kita hanya berusaha menuruti pikiran yang menjadi keinginan kita, apakah kita bisa disebut sebagai BUDAK NAFSU?
BUDAK NAFSU IDEALIS, selalu tampil perfect di mata semua yang memandang. Halo???kita ini hidup untuk apa? memanfaatkan kehidupan bukan berarti kita harus menjadi BUDAK keinginan kita kan? ada norma, nilai, moral dan pertanggung jawaban dalam hidup ini.
Baik, coba beralih dari semua itu, tetapi masih tetap terkait.
Banyak, hampir semua guru, bahkan semua orang yang baru kenal pun menyayangkan dengan sebuah keputusan yang kuambil.
SMK masuk jurusan Multimedia, Melanjutkan kuliah Prodi S1 Pend. Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah yang ku jalani hampir 1 semester ini
Banyak komentar yang intinya,
"Lho, tidak rugi ta?kan seharusnya masuk DKV (Desain Komunikasi Visual)," (Aku : terdiam dan ingin rasanya berontak tapi tetap diam berusaha untuk menenangkan diri)
Aku dalam kesendirian berusaha mengklarifikasi semua keputusan yang kuambil.
"Hidup adalah sebuah relitas, aku mencoba berpikir jauh dan tanpa diembel-embeli rasa idealis, tapi kadang rasa idealis ini mencuri kesempatan ikut menyusup di balik punggungku. Terasa berat benar, tapi aku sering mengabaikannya, bagiku dia hanyalah pelengkap dalam diri ini, bukan kebutuhan. HANYA PELENGKAP, terdengar sangat munafik, tapi jujur aku tak selalu memenuhi keinginan idealis ini. Karena memang Tuhan selalu memberku ujian untuk memahami keduanya yaitu REALITAS dan IDEALISITAS"
Tags:
Share
You need to be a member of SMK Negeri 4 Malang to add comments!
Join this Ning Network